Peluncuran FESyar 2025 ini juga dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bengkulu, Raden Ahmad Denny, yang hadir mewakili Gubernur Bengkulu. Dalam sambutannya, Denny menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas inisiatif strategis ini. Ia menilai bahwa penguatan ekonomi syariah akan menjadi pendorong baru pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Bank Indonesia dalam menghadirkan FESyar. Ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah, terutama dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif berbasis syariah. Apalagi saat ini ekonomi Bengkulu tumbuh positif sebesar 5%, dan kami yakin angka ini dapat terus meningkat jika ditopang oleh sinergi lintas sektor seperti ini,” kata Denny.
Festival yang digelar di pusat perbelanjaan ini menyuguhkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari pameran UMKM syariah, talkshow edukasi ekonomi syariah, hingga pelatihan halal value chain. FESyar 2025 juga menjadi ajang promosi produk halal dan jasa keuangan syariah yang semakin diminati masyarakat.
Bank Indonesia berharap, melalui FESyar, masyarakat semakin teredukasi dan pelaku usaha, khususnya UMKM, dapat memanfaatkan peluang besar dalam sektor halal yang tengah tumbuh pesat secara global. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat.
Dengan semangat BERKAH, FESyar 2025 diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Bengkulu, serta memperkuat posisi ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pembangunan nasional ke depan. *** ( Budi. R )






