Lebih lanjut ia menyampaikan, untuk Kopda FH berperan sebagai eksekutor lapangan. Setelah diyakinkan Serka N, dia langsung bertemu JP di sebuah kafe kawasan Jakarta Timur.
Menurutnya, rencana penculikan disusun matang. Kopda FH kemudian meminta uang operasional Rp5 juta sebelum menjalankan aksinya.
“Pada tanggal 19 Agustus pukul 9.30 WIB, serka N kembali menghubungi Kopda F menanyakan kembali apakah bersedia atau tidak menerima tawaran yang sudah ditawarkan kemarin. Selanjutnya kopda F bersedia menerima tawaran tersebut dan mengumpulkan tim yang akan digunakan untuk menjemput korban,” ujarnya.






