Melestarikan Bahasa Daerah: Menjaga Identitas, Merawat Warisan Budaya.

oleh -501 Dilihat

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Haryadi, menyoroti fenomena berkurangnya penutur bahasa daerah di kalangan generasi muda.

“Banyak anak muda tidak lagi bisa menuturkan bahasa daerahnya dengan baik. Ini tanggung jawab kita bersama—orang tua, sekolah, dan pemerintah harus berperan aktif,” kata Haryadi.

Revitalisasi bahasa daerah, menurutnya, bukan sekadar mengajarkan kembali bahasa ibu, tetapi juga membangun kebanggaan dalam menggunakannya. Ini dilakukan melalui berbagai inisiatif, seperti program pengajaran di sekolah dan kampanye budaya.

Selain gelar wicara dan peresmian gedung, peringatan ini juga diramaikan dengan pameran produk unggulan, simulasi UKBI Adaptif, sosialisasi penggunaan bahasa Indonesia, pemberdayaan perpustakaan sekolah, pembelajaran bahasa bagi penutur asing, serta siniar kebahasaan dan kesastraan oleh Duta Bahasa Bengkulu.

Di tengah arus globalisasi, bahasa daerah bisa saja tergerus. Namun, dengan upaya kolektif yang berkelanjutan, ia tetap bisa bertahan sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. *** Rls. ( Budi. R )