Ia juga menekankan bahwa PMI merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjalankan misi kemanusiaan.
“PMI adalah mitra strategis pemerintah dalam membantu masyarakat. Meskipun kita melakukan efisiensi anggaran sekitar Rp400 miliar dari total APBD Rp2,7 triliun, komitmen terhadap kemanusiaan tidak boleh berkurang. Anggaran untuk PMI tetap dipertahankan karena menyangkut kepentingan kemanusiaan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan ambulans yang didistribusikan ke desa-desa serta merevitalisasi fasilitas rumah sakit guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Konsep pelayanan yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada aspek pengobatan, tetapi juga pada kenyamanan dan penghormatan terhadap pasien.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperoleh dukungan program dan tambahan anggaran, termasuk di sektor pertanian, kesehatan, serta penguatan ekonomi desa melalui program Koperasi Merah Putih.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur berharap Musprov ke-IX ini menjadi forum konsolidasi yang solid dalam memperkuat peran PMI di tengah masyarakat.
“Saya berharap musyawarah ini benar-benar menjadi forum konsolidasi organisasi yang berfokus pada penguatan peran PMI dalam membantu masyarakat. PMI adalah wadah pengabdian bagi kita semua untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara,” tutupnya.
Secara resmi, Gubernur Bengkulu membuka Musyawarah Provinsi ke-IX PMI Provinsi Bengkulu Tahun 2026. *** rls. Budi. R






