Rosjonsyah juga mengimbau masyarakat Provinsi Bengkulu untuk tidak menebang pohon durian yang sudah tertanam hanya untuk diambil kayunya. Ia menegaskan bahwa pohon durian lokal memiliki nilai sejarah dan ekonomi yang besar.
“Durian lokal yang tumbuh di masing-masing daerah adalah varietas lama yang diwariskan oleh nenek moyang kita, beberapa bahkan telah berumur ratusan tahun. Jenis ini tergolong langka dan memiliki keunikan dalam warna serta rasa.”
“Kita harus melestarikannya, salah satunya dengan mengadakan lomba untuk mengidentifikasi keunggulan masing-masing varietas,” jelas Rosjonsyah.
Di puncak acara, turut diumumkan para pemenang lomba durian yang berhasil memukau para juri dengan keunggulan rasa, aroma, dan kualitasnya. Berikut daftar pemenang yang berhasil meraih penghargaan dalam ajang bergengsi ini:
○ Juara Pertama: Durian Rosjonsyah
○ Juara Kedua: Durian Tri Brata
○ Juara Ketiga: Durian Parlemen
○ Harapan I: Durian Pat Petulai
○ Harapan II: Durian Adhiyaksa
○ Juara Favorit Harapan II: Durian Sriwijaya
Festival Durian ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga upaya nyata untuk melestarikan dan mempromosikan kekayaan alam lokal Bengkulu. Melalui acara seperti ini, diharapkan varietas durian lokal dapat semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional. *** ( Budi. R )







