Pemprov Ingin Ruh Keagamaan Hidup di Seluruh Bengkulu Lewat Retreat Merah Putih.

oleh -108 Dilihat

“Saya merasa selama ini seperti orang munafik. Jamaah dua kali datang ke masjid saya, tapi saya cuekin. Sekarang rasanya seperti baru lahir kembali sebagai seorang muslim,” ucap seorang peserta sambil terisak seakan menunjukkan hatinya yang kembali hidup dengan semangat religiusitas.

Peserta lain menyambung, “Dulu saya mudah menangis saat berdoa dan berzikir, lalu rasa itu hilang bertahun-tahun. Alhamdulillah, setelah Retreat ini, rasa itu kini kembali.”

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, yang hadir pada penutupan, menegaskan bahwa seluruh ASN Pemprov Bengkulu akan ikut serta dalam Retreat ini. Bahkan, ia membayangkan suatu hari program ini akan diperpanjang hingga 40 hari, agar ruh keagamaan benar-benar mengalir ke seluruh kabupaten di Bumi Merah Putih.

Pesan terakhir datang dari Amir Markaz Bengkulu, Haji Syahril Zainudin: menjaga iman dengan menghidupkan amal masjid serta menerapkan lima T atau tahajud, takbiratul ula, tilawah Al-Qur’an, tasbihat, dan menundukkan pandangan.

Di balik tiga hari yang singkat, Retreat Merah Putih telah menorehkan jejak panjang di hati. Dipimpin Syafriandi Jahri, Ketua Tim sekaligus Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu, ikhtiar ini bukan sekadar program, ia adalah undangan bagi langit untuk turun menyapa bumi, dan bagi manusia untuk pulang pada Tuhannya. *** rls. Budi. R