“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa kehadiran aparat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri. Komunikasi persuasif dan pendekatan kekeluargaan menjadi kunci untuk membangun kepercayaan serta menjaga situasi tetap kondusif,” ujar Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa patroli dialogis menjadi sarana penting untuk memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat di wilayah pegunungan Papua.
“Melalui interaksi langsung seperti ini, anggota dapat memahami kondisi masyarakat secara nyata. Kedekatan yang terbangun akan mempermudah komunikasi, sehingga masyarakat juga lebih terbuka dalam menyampaikan informasi yang berkaitan dengan keamanan lingkungan,” kata Kombes Pol. Adarma Sinaga.
Setelah menyelesaikan patroli dan interaksi dengan masyarakat, seluruh personel kembali ke Pos Kulirik untuk melaksanakan konsolidasi. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Distrik Kulirik terpantau aman dan kondusif.
Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna tersebut, Operasi Damai Cartenz 2026 terus berupaya menghadirkan wajah Polri yang humanis di tengah masyarakat Papua, bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat yang hadir dan peduli terhadap kehidupan warga sehari-hari. *** rls. Budi. R.






