“Sebagai tenaga pendidik, saya mengapresiasi pelaksanaan Operasi Damai Cartenz 2026 yang mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Hal ini terlihat dari berbagai kegiatan positif seperti kunjungan sosial, patroli rutin di wilayah rawan, serta pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kehadiran aparat tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga membangun kedekatan dan kepercayaan dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyatakan dukungannya terhadap upaya menjaga kondusivitas wilayah Papua yang dilakukan secara profesional dan terukur, termasuk melalui patroli dialogis dan komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Lebih lanjut, Sofyan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan damai, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya. Mari kita bergandengan tangan untuk terus membangun dan memajukan pendidikan di Papua, khususnya bagi generasi muda di Timika, demi masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Pengabdian Sofyan Hadi di pesisir Pomako mencerminkan bahwa pembangunan Papua tidak hanya bertumpu pada aspek keamanan, tetapi juga pada penguatan sektor pendidikan sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing. *** rls. Budi. R






