Bengkulu – eksisberita com
Di tengah derasnya arus digitalisasi, informasi mengalir tanpa sekat, menembus ruang tamu hingga ke genggaman tangan masyarakat di mana pun berada. Namun, kecepatan informasi kerap menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi memberikan kemudahan, tetapi di sisi lain, jika tidak dikelola dengan integritas, dapat memicu kekacauan melalui berita bohong dan fitnah. 27/04.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Nandar Munadi, menegaskan bahwa Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) memiliki tanggung jawab moral dan profesional dalam menjaga marwah jurnalistik. Hal itu disampaikannya saat mewakili Gubernur Bengkulu pada pengukuhan Pengurus Daerah JMSI Provinsi Bengkulu periode 2025–2030 di Hotel Mercure, Senin (27/4).
“JMSI harus menjadi wadah bagi perusahaan media siber untuk tetap teguh pada kode etik jurnalistik,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kecepatan penyampaian informasi penting dalam media daring, namun kebenaran tetap menjadi prinsip utama yang tidak boleh dikorbankan. Pemerintah Provinsi Bengkulu, lanjutnya, saat ini tengah menjalankan berbagai program strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga penguatan ekonomi kerakyatan, yang membutuhkan dukungan media dalam penyebarluasan informasi secara objektif dan mencerahkan.
Menurut Nandar, kritik konstruktif berbasis data dan fakta merupakan “vitamin” bagi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ia juga mengajak JMSI untuk bersama-sama melawan narasi negatif yang berpotensi memecah belah persatuan.






