Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu Menggelar Berkah X Fleksi 2026. Perkuat Ekosistem Halal.

oleh -13 Dilihat

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menekankan bahwa kunci utama pembangunan ekonomi daerah adalah kolaborasi yang erat antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, instansi vertikal, serta sektor perbankan.

“Ekonomi kita harus berjalan beriringan. Sistem konvensional dan syariah saling melengkapi serta mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan yang lebih besar dan lebih jauh,” ujar Wahyu dalam sambutannya.

‎Wahyu memaparkan capaian membanggakan Indonesia yang kini menempati peringkat ketiga dunia pada “Global Islamic Economy Indicator” 2024–2025. Prestasi ini didorong oleh sektor “fashion”, pariwisata halal, serta farmasi dan kosmetik halal. Ia optimistis Bengkulu mampu berkontribusi besar dalam mempertahankan tren positif tersebut melalui pengembangan ekosistem yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan.

‎Dalam upaya mendorong ekonomi syariah, Bank Indonesia fokus pada tiga pilar strategis, yaitu:

‎ 1. Ekosistem Produk Halal: Memberikan bantuan sertifikasi halal bagi UMKM pangan dan pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha).

‎ 2. Kemandirian Ekonomi Pesantren: Penyerahan wakaf produktif untuk membantu pesantren agar lebih berdaya secara ekonomi. Dalam waktu kurang dari tiga minggu, dana wakaf produktif telah terkumpul lebih dari Rp100 juta.

‎ 3. Penguatan Sektor Keuangan: Fasilitasi “business matching” atau pembiayaan syariah antara pelaku UMKM dengan perbankan syariah.

Rangkaian Acara dan Kompetisi Gelaran BERKAH x FLEKSI 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan menarik, di antaranya

Sharia Fair: Menampilkan produk unggulan pesantren binaan seperti hidroponik, telur ayam, kopi, dan air minum dalam kemasan.

‎- Layanan Edukasi:Booth perbankan syariah yang memberikan informasi produk serta fasilitasi layanan keuangan bagi masyarakat.

‎- Sharia Competition: Berbagai perlombaan tingkat daerah yang pemenangnya akan dikirim ke tingkat Regional Sumatra di Palembang pada Juni mendatang, hingga ke tingkat nasional pada Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Jakarta.

‎Masih menurut Wahyu berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi mampu memperkuat sinergi antar-pemangku kepentingan untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di Bengkulu, sekaligus menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi daerah. ***.  Budi. R