Data tahun lalu menunjukkan besarnya dampak ekonomi dari Festival Tabut. Tercatat sebanyak 132 ribu pengunjung hadir, 420 pelaku UMKM terlibat, dengan total perputaran uang mencapai Rp3,02 miliar dan penciptaan 2.500 lapangan kerja.
“Tentu kita optimis, tahun ini akan lebih sukses lagi,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dalam sambutannya menyampaikan bahwa Festival Tabut telah mengalami transformasi besar.
“Dulu hanya acara keluarga, lalu jadi acara kota, naik ke tingkat provinsi, kini nasional. Hari ini kita canangkan Festival Tabut jadi event internasional,” kata Helmi.
Ia menambahkan, menjadikan Festival Tabut sebagai milik dunia akan membawa dampak positif bagi Bengkulu, termasuk peningkatan jumlah wisatawan mancanegara yang datang.
“Ini akan mendongkrak perekonomian Bengkulu, tanah kelahiran Merah Putih. Kita ingin mendukung cita-cita Presiden untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi nasional menjadi 8 persen,” tutup Gubernur. *** ( Budi. R )






