Melalui Retreat Merah Putih, para peserta tidak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga turun langsung melihat kondisi dan kebutuhan masyarakat. Jika ditemukan rumah tidak layak huni, Pemerintah Provinsi Bengkulu akan membangunkannya. Begitu pula apabila terdapat warga yang membutuhkan sembako, anak yatim, atau janda yang memerlukan bantuan, akan segera ditindaklanjuti sesuai slogan Pemprov Bengkulu, Bantu Rakyat.
“Selama tiga hari retreat, insyãAllah keimanan kita meningkat. Dunia ini bukan tempat tinggal, melainkan tempat meninggal. Karena itu, berbuatlah baik kepada sesama, sebab dunia hanya sementara, sedangkan akhirat selamanya,” ujar Helmi Hasan.
Sementara itu, Koordinator Retreat Merah Putih, Syafriandi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Gubernur Bengkulu dalam membentuk ASN yang religius dan berkarakter.
“Kami menjalankan program Bapak Gubernur untuk membentuk ASN yang beriman dan peduli terhadap masyarakat,” ujar Syafriandi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu.
Ia menambahkan, sebanyak 50 ASN akan disebar ke masjid-masjid di Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah selama tiga hari ke depan.
“Kegiatan ini menjadi latihan untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui membaca Al-Qur’an, zikir, serta mempererat silaturahmi,” tutupnya.
Kegiatan pelepasan Retreat Merah Putih Angkatan V ini turut dihadiri Wakil Gubernur Bengkulu Mian serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Retreat Merah Putih diikuti oleh ASN dari berbagai OPD, di antaranya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, BKAD, Dinas Perkim, Dinas ESDM, Dinas Ketahanan Pangan, serta DP3AP2KB. *** rls. Budi. R






