Selain itu, Polri juga telah menyiapkan sebanyak 2.746 pos yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan serta 343 pos terpadu yang akan difungsikan sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat selama pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran.
Pengamanan juga akan difokuskan pada 185.607 objek vital yang meliputi masjid, lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api hingga bandara.
Dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik, pemerintah juga telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama terkait pengaturan lalu lintas selama masa angkutan Lebaran 2026, yang mencakup pembatasan operasional angkutan barang, penerapan sistem rekayasa lalu lintas seperti one way, contra flow dan ganjil genap serta pengaturan penyeberangan laut.
Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sarana keselamatan dari PT Jasa Raharja berupa 200 unit traffic cone, 15 unit stik lamp dan 20 unit barricade guna mendukung kelancaran pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran.
Selain itu juga dilaksanakan pemusnahan barang bukti hasil Operasi Pekat Nala I Tahun 2026 serta penempelan stiker layanan kepolisian 110 pada kendaraan dinas sebagai bentuk sosialisasi layanan kepolisian kepada masyarakat.
Melalui pelaksanaan apel gelar pasukan ini diharapkan seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Nala 2026 dapat melaksanakan tugas secara profesional, humanis dan penuh tanggung jawab demi mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif selama perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. *** rls. Budi. R






