Kominfotik Bengkulu dan Komdigi RI Bersinergi Atasi Blank Spot dan Sinyal Lemah di 40 Desa.

oleh -48 Dilihat

“Akses internet sangat penting karena banyak pelayanan kini telah berbasis digital. Oleh sebab itu, kami memerlukan dukungan Komdigi untuk mengatasi kondisi ini,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Viada Hafid, menyampaikan bahwa pemerintah pusat akan segera menindaklanjuti laporan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu.

“Kami akan segera memproses dan menghubungkannya dengan penyedia layanan melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital. Bengkulu akan menjadi salah satu prioritas dalam penanganan wilayah blank spot dan sinyal lemah,” kata Meutya.

Melalui koordinasi tersebut, diharapkan pembangunan infrastruktur digital di Bengkulu dapat semakin merata sehingga masyarakat di seluruh wilayah, termasuk desa-desa terpencil, dapat menikmati akses internet yang stabil dan berkualitas.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Bengkulu turut didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa; Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bengkulu, Ersan Syahfiri; Kepala Badan Penghubung Provinsi Bengkulu, Jimmy Hariyanto; serta Pelaksana Tugas Kepala Bidang E-Government, Oktriana Putra.

Sinergi antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Kementerian Komunikasi dan Digital RI ini menjadi langkah strategis dalam mendukung percepatan transformasi digital sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik bagi masyarakat. *** rls. Budi. R