Dikatan wahyu hingga saat ini, sekitar 9 ton limbah uang kertas dari wilayah Bengkulu telah dikirim untuk dimanfaatkan. Setiap satu kilogram limbah mampu menghasilkan sekitar 1 kWh listrik, sehingga uang yang sudah tidak dapat digunakan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu program pemanfaatan limbah uang, BI Bengkulu juga memastikan kesiapan menghadapi kebutuhan uang tunai selama Ramadan hingga Idul fitri 1447 Hijriah. Ketersediaan uang kartal dan stabilitas harga pangan menjadi prioritas, dengan layanan kas keliling yang dibuka di 10 titik strategis (7 titik sudah beroperasi) serta sekitar 30 titik layanan penukaran uang di kantor perbankan se-provinsi.
Jadwal kas keliling dimulai tanggal 10 Maret di Masjid Al-Kahfi, 11 Maret di Bandara Fatmawati Soekarno, dan 12 Maret di Rest Area. Pada 10–11 Maret juga akan digelar layanan terpadu di View Tower yang menyertakan sosialisasi QRIS dan pasar murah.
Sementara itu bank indonesia perwakilan bengkulu juga mengedukasi tentang ciri-ciri uang rupiah asli, perbedaan tahun cetak dan emisi, serta ketentuan penukaran uang rusak. Uang rusak dapat ditukar jika bagian yang tersisa minimal dua pertiga dari ukuran asli, logo masih terlihat, dan nomor seri tetap sama. *** Budi. R.






