Menanggapi hal tersebut, AKBP Andria menjelaskan bahwa dalam penyusunan narasi pemberitaan, pihaknya juga mempertimbangkan aspek perlindungan dan keamanan, termasuk tidak mencantumkan identitas tertentu sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan narasumber.
Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa sinergi dengan media merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan operasi, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Papua.
“Media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan menyejukkan kepada masyarakat. Kami berharap kerja sama ini terus diperkuat demi menjaga stabilitas kamtibmas di Papua,” ujar Kaops Damai Cartenz.
Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan dan insan pers dalam menciptakan suasana yang kondusif.
“Kolaborasi yang baik antara Satgas Damai Cartenz dan media akan berdampak positif dalam membangun kepercayaan publik serta menjaga situasi tetap aman dan damai,” kata Wakaops Damai Cartenz.
Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan antara Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dan insan pers di wilayah Papua khususnya Timika, semakin solid serta mampu mendukung terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif. ***. Budi. R






