Sinergi Kendalikan Inflasi Jelang Iduladha 1447 H, Pemprov Bengkulu Siapkan Langkah Strategis.

oleh -6 Dilihat

“Inflasi nasional masih terkendali dalam target, didorong oleh stabilnya inflasi inti serta menurunnya tekanan pada kelompok volatile food dan administered prices,” jelas Irfan.

Di Provinsi Bengkulu, inflasi bulanan (month to month/mtm) tercatat sekitar 0,28 persen akibat meningkatnya permintaan selama Ramadan dan Idulfitri. Sementara itu, inflasi tahunan berada di kisaran 2,85 persen (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan nasional.

“Beberapa komoditas seperti cabai merah, bawang merah, dan minyak goreng mengalami kenaikan harga. Namun, beras, daging ayam, dan telur relatif stabil berkat intervensi pemerintah dan kelancaran distribusi,” lanjutnya.

Namun demikian, secara historis, komoditas pangan—khususnya beras dan cabai—masih menjadi penyumbang utama inflasi, dengan tantangan pada aspek distribusi dan pasokan antardaerah.

Ke depan, inflasi di Provinsi Bengkulu diperkirakan tetap terkendali dalam kisaran target, dengan proyeksi April 2026 berada pada rentang 1,40 hingga 2,40 persen (year on year/yoy).

Meski demikian, terdapat sejumlah risiko yang perlu diantisipasi, seperti peningkatan permintaan musiman, kenaikan biaya energi dan transportasi, serta potensi gangguan produksi akibat fenomena El Niño yang diperkirakan terjadi pada pertengahan 2026 dan dapat memicu kemarau lebih awal.

Rapat ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan di Provinsi Bengkulu, khususnya menjelang HBKN. Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus melakukan langkah-langkah strategis guna mengendalikan inflasi serta menjaga daya beli masyarakat tetap stabil. ***. Budi. R