Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Bengkulu, Kompol Mirza Gunawan, menjelaskan bahwa tersangka memanfaatkan statusnya sebagai nelayan untuk membeli Bio Solar di SPBN 2838208 Kota Bengkulu. Namun, BBM yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan melaut tersebut justru dijual kembali dengan harga Rp 280.000 hingga Rp 290.000 per jerigen kapasitas 33 liter, dengan keuntungan mencapai Rp 50.000 per jerigen.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar.
Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut. Kepolisian juga mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam distribusi ilegal BBM subsidi yang merugikan negara dan masyarakat nelayan tersebut. *** rls. Budi. R






