“Pemerintahan Helmi–Mian hampir berjalan satu tahun. Dengan visi besar untuk fokus membantu rakyat, insyãAllah program-program tersebut dapat kami realisasikan secara bertahap,” tambahnya.
Sementara itu, Ustaz Ucay dalam tausiyahnya menyampaikan pesan-pesan keislaman dengan gaya ceramah yang ringan dan jenaka. Ia menekankan pentingnya memuliakan para ulama sebagai pewaris para nabi, serta mengajak jemaah untuk memperkuat iman dan takwa dengan meneladani akhlak Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, seperti amanah dan rendah hati.
“Ulama adalah pewaris para nabi. Dengan memuliakan ulama, berarti kita juga memuliakan Nabi. Ulama adalah guru, maka hormatilah guru, karena kesuksesan kita hari ini tidak lepas dari jasa para guru,” tutur Ustaz Ucay.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap perbuatan manusia, baik maupun buruk, akan memiliki konsekuensi dan akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.
“Timbangan amal baik dan amal buruk manusia selama hidupnya akan menjadi penentu nasib seseorang di akhirat, apakah ia akan masuk surga atau neraka,” jelasnya.
Tabligh Akbar tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Saefudin, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bengkulu Intihan, Ketua Badan Amil Zakat Provinsi Bengkulu Romli Bin Ronan, serta sejumlah tokoh dan undangan lainnya. *** rls. Budi. R






