Pada kesempatan tersebut, tausyiah disampaikan oleh AKBP Purn. Jauhari. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya introspeksi diri, kesabaran, serta keikhlasan dalam menghadapi ujian hidup. Ia juga mengajak para tahanan untuk menjadikan masa penahanan sebagai momentum perbaikan diri, mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta menanamkan niat kuat untuk tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum.
AKBP Yuldi Kurniawan menyampaikan bahwa pembinaan rohani ini merupakan bagian penting dari sistem pembinaan tahanan di lingkungan Polda Bengkulu. Menurutnya, pendekatan spiritual diharapkan mampu membentuk karakter yang lebih baik, menumbuhkan kesadaran hukum, serta memberikan ketenangan batin bagi para tahanan selama menjalani proses hukum.
“Kami berharap kegiatan pembinaan rohani ini dapat memberikan dampak positif, menumbuhkan kesadaran, serta menjadi bekal bagi para tahanan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa hukuman,” ujarnya. *** rls. Budi. R






