Bank Indonesia Tetap Pantau Peredaran Uang Tunai Agar Tetap Stabil dan Mendukung Perekonomian Daerah.

oleh -438 Dilihat

Bengkulu – eksisberita.com

Perkembangan sistem pembayaran tunai di Provinsi Bengkulu pada Desember 2024 mencatat tren net outflow sebesar Rp469,8 miliar. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat outflow sebesar Rp263,16 miliar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyampaikan bahwa peningkatan ini terjadi akibat tingginya jumlah uang tunai yang keluar dari sistem perbankan. Pada Desember 2024, outflow tercatat sebesar Rp749,1 miliar, sedangkan inflow hanya mencapai Rp279,3 miliar.

“Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan uang tunai, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Selain itu, tingginya arus keluar uang juga dipengaruhi oleh kebutuhan perbankan serta aktivitas ekonomi masyarakat, terutama petani kopi dan karet,” ujar Wahyu, Jumat (07/02/2025).

Wahyu menjelaskan bahwa selain meningkatnya permintaan uang tunai dari masyarakat, aktivitas pengisian ATM dan penarikan kas di Kas Titipan juga berkontribusi terhadap kenaikan outflow.

“Wilayah Kas Titipan, terutama di Lubuklinggau, mencatat jumlah penarikan yang lebih tinggi dibandingkan setoran. Ini menunjukkan bahwa peredaran uang tunai masih sangat aktif di masyarakat dan sektor perbankan,” jelasnya.