Bank Indonesia Tetap Pantau Peredaran Uang Tunai Agar Tetap Stabil dan Mendukung Perekonomian Daerah.

oleh -440 Dilihat

Sebagai informasi, Kas Titipan merupakan mekanisme yang disediakan BI untuk mempermudah distribusi uang tunai ke daerah-daerah yang jauh dari kantor BI. Dengan tingginya penarikan kas dari fasilitas ini, dapat disimpulkan bahwa masyarakat dan perbankan masih sangat bergantung pada uang tunai dalam transaksi sehari-hari.

Di sisi perbankan, total transaksi setoran dan penarikan uang tunai selama Desember 2024 menghasilkan net inflow sebesar Rp55,818 miliar. Jumlah penarikan tunai mencapai Rp302,234 miliar, sedangkan setoran yang masuk ke sistem perbankan sebesar Rp246,42 miliar.

“Tren ini menunjukkan bahwa peredaran uang tunai di Bengkulu masih tinggi, terutama dalam memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat dan sektor perbankan,” tambah Wahyu.

Sebagai langkah antisipasi, Bank Indonesia Bengkulu terus memantau dan mengelola peredaran uang tunai agar tetap stabil dan mendukung perekonomian daerah. BI juga memastikan kecukupan uang tunai di perbankan guna memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama pada periode tertentu seperti hari raya dan musim panen komoditas unggulan.

Dengan adanya tren peningkatan outflow, BI diharapkan dapat menjaga keseimbangan arus kas serta mengoptimalkan distribusi uang tunai ke seluruh wilayah Bengkulu. Ke depan, peran BI dalam mengelola kebijakan moneter dan sistem pembayaran akan semakin krusial dalam menghadapi dinamika ekonomi daerah. Rls. (Budi. R )