“Dari total dana yang terkumpul sebesar Rp4,3 miliar, masing-masing Rp1 miliar telah kita salurkan untuk wilayah terdampak bencana. Sisanya digunakan untuk layanan ambulans dan bantuan kemanusiaan lainnya,” jelasnya.
Menurut Helmi Hasan, meskipun APBD Provinsi Bengkulu tidak sebesar provinsi tetangga, semangat dan kepedulian masyarakat Bengkulu dalam membantu sesama menunjukkan tekad dan solidaritas yang tinggi.
Selain itu, Gubernur juga menyinggung pelaksanaan kegiatan retreat di rumah ibadah yang dikemas dalam program bertajuk Retreat Merah Putih. Kegiatan ini diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), Tenaga Harian Lepas (THL), serta masyarakat umum sebagai bentuk mitigasi dan penguatan nilai kebangsaan.
“Retreat kita berbeda. Bukan di barak dan tidak bernuansa militer, melainkan dilaksanakan di rumah ibadah sesuai agama masing-masing. Ke depan, kegiatan ini akan lebih difokuskan dan melibatkan tidak hanya OPD, tetapi juga para pelajar,” imbuhnya.
Menutup sambutannya, Gubernur Helmi Hasan mengajak seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat Bengkulu untuk menyambut tahun 2026 dengan semangat yang lebih besar dalam melayani dan membantu rakyat.
“Mari kita sambut tahun 2026 dengan semangat yang lebih kuat untuk membantu masyarakat,” pungkasnya. *** rls. Budi. R






