Kapolda juga menegaskan bahwa tokoh adat memiliki peran vital dalam menjaga kerukunan dan kamtibmas. Karena itu, Polri senantiasa menggandeng tokoh adat untuk menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Bengkulu. Ia menambahkan bahwa Polda Bengkulu adalah rumah bersama, terbuka untuk berdiskusi, berbagi pikiran, serta mencari solusi bagi permasalahan masyarakat.
Lebih jauh, Kapolda mengingatkan pentingnya menjaga generasi muda dari ancaman narkoba, hoaks, dan paham intoleran.
“Anak-anak muda adalah penerus bangsa. Mereka harus kita lindungi agar tumbuh menjadi generasi cerdas, tangguh, dan cinta tanah air,” pesannya.
Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan dan penandatanganan Deklarasi Damai sebagai bukti nyata komitmen bersama menjaga Bengkulu tetap aman dan sejuk. Kapolda meyakini, dengan persatuan dan kebersamaan, Bengkulu akan terus menjadi daerah yang damai, sejuk, dan sejahtera. *** Rls. Budi. R






