Kapolda Bengkulu Perintahkan Jajarannya Selidiki Penyebab Kematian Dua Gajah.

oleh -7 Dilihat

“Saat ini di Bentang Sebelat teridentifikasi 25 ekor gajah, 10 ekor gajah jinak di Taman Wisata Alam (TWA) Sebelat, lima ekor gajah di HP Air Teramang, HPT Air Ipuh II dan HPT Air Ipuh I atau dikonsesi PT. Bentara Arga Timber (BAT).

Kemudian di HPT Lebong Kandis dan HP Air Rami atau dalam konsesi PT. Anugerah Pratama Inspirasi (API) terdapat enam ekor gajah liar, dan empat ekor gajah jantan liar.

“Total tersisa 25 ekor. Yang berada dalam dua koloni terpisah antara HP Air Ipuh II dan HP Air Rami terputus karena perambahan,” katanya.

Namun ia mengaku masih ditemukan tiga ekor gajah anak yang dikawal dua gajah dewasa. Menandakan gajah liar masih berkembang biak.

Terdesaknya habitat gajah akibat rusaknya hutan karena perambahan sawit menjadi perhatian pemerintah secara serius. Kata dia, Instruksi presiden dan Menhut tegas, mengamankan kawasan hutan yg menjadi kantong gajah di Indonesia termasuk di Bentang Sebelat, Bengkulu.

Selain gajah, seekor harimau sumatera dikabarkan ditemukan mati di SP 4, Desa Bukit Makmur, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Kamis (30/4/2026).

Temuan bangkai harimau tersebut disebutkan berada di aliran anak sungai di Desa Bukit Makmur. Temuan bangkai harimau ini dilaporkan oleh masyarakat ke pihak BKSDA.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Bengkulu, Agung Nugroho, ketika dikonfirmasi menyatakan pihaknya sedang melakukan klarifikasi laporan tersebut.

“Informasi sedang diklarifikasi tim ke lapangan,” kata Agung Nugroho, dikonfirmasi telepon, Jumat (1/5/2026).

Hal yang sama juga ditambahkan, Kepala Seksi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Said Jauhari, bahwa pihaknya sedang melakukan pengecekan ke lokasi.

“Informasinya kami sudah terima namun laporan detil dari lapangan masih dikumpulkan, termasuk terkait jenis kelamin, di mana lokasinya, hingga apa penyebab matinya harimau tersebut,” papar dia.

Hingga saat ini pihak BKSDA masih mengirimkan tim ke lapangan untuk memastikan laporan terkait kematian harimau sumatera tersebut. ***. Budi. R