Tak Semua Bisa Pulang: Rindu yang Disimpan Demi Indonesia Tetap Tenang.

oleh -53 Dilihat

Bengkulu – eksisberita.com

Kiwirok, Papua Pegunungan — Di tengah suasana Idul Fitri yang identik dengan kehangatan dan kebersamaan keluarga, kehadiran Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menjadi bagian dari upaya negara dalam menjaga situasi tetap kondusif, demi memastikan masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman, mulai dari anak-anak bersekolah hingga warga beraktivitas ekonomi. Pada Sabtu (21/3/2026).

Di balik perayaan yang berlangsung hangat di berbagai daerah, realitas di Kiwirok berjalan berbeda. Rasa aman belum sepenuhnya menjadi hal yang hadir secara otomatis bagi masyarakat. Aktivitas sederhana seperti pergi ke pasar, mengakses layanan kesehatan, atau mengantar anak ke sekolah masih bergantung pada situasi keamanan yang dinamis.

Bagi warga setempat, ketenangan adalah kebutuhan mendasar. Para orang tua berharap anak-anak mereka dapat belajar tanpa rasa takut. Pedagang kecil ingin membuka lapak dengan tenang, sementara keluarga lainnya hanya ingin menjalani kehidupan sehari-hari tanpa bayang-bayang ancaman.

Dalam konteks tersebut, peran Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 tidak hanya sebatas simbol kehadiran negara. Aparat menjalankan tugas dengan pendekatan terukur, mengedepankan pengamanan wilayah, penegakan hukum yang konsisten, serta memastikan setiap langkah berada dalam koridor yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa upaya yang dilakukan aparat tidak hanya berfokus pada aspek keamanan semata, tetapi juga pada penguatan nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

“Upaya yang kami lakukan bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat hidup dalam suasana yang aman, penuh kebersamaan, dan saling melindungi satu sama lain. Stabilitas yang dibangun bukan hanya soal situasi yang kondusif, tetapi juga tentang bagaimana kepercayaan dan rasa persaudaraan di tengah masyarakat dapat tumbuh dan terjaga,” ujar Irjen Faizal.